Lahir 6 Desember 1964. Dimulai dengan menempuh pendidikan Bahasa dan sastra, kemudian arkeologi.
Di tempat kelahirannya, Pekalongan, menjadi Kepala Museum Batik Pekalongan. Pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Batik di Universitas Pekalongan. Terlibat dalam mempersiapkan Dokumen untuk Pengakuan Batik di UNESCO.
Zahir dikenal sebagai peneliti, praktisi batik berkelanjutan, dan pengusung pemakaian indigo alami dalam batik. Kemudian terus mengkhususkan diri pada batik indigo alami yang dikembangkan dari tanaman Indigofera dan bahan-bahan alami kainnya seperti malam lilin, dan reduktor alami gula aren, molase dan tape fermentasi.
Motif yang dipakai adalah motif tanahan yang diangkat sebagai pola utama, bukan sekadar latar. Kemudian mendirikan perusahaan bernama KELIR. Mewujudkan visinya menggabungkan workshop, edukasi, riset, dan pelestarian warisan batik pewarna alami.
Pada tahun 2018 menerima WCC Award of Excellence ataskwaitas batik indigonya.