Awalnya bekerja sebagai karyawan di Perusahaan trading internasional. Kemudian mulai menjual batik dari berbagai daerah termasuk Pekalongan. Pengalaman di bidang perdagangan yang penuh dengan persaingan termasuk harga, kemudian ia memilih untuk menjadi perajin batik pada tahun 2005.
Melahirkan Gaya Batik yang Khas
Setelah merintis usaha batiknya sebagai perajin, kemudian ia menemukan gaya khasnya, dengan warna-warna cerah (merah, hijau, kuning) dan membuat tepi dengan motif yang tebal. Gaya ini membedakan dengan batik pesisir dan Madura.
Dengan Gayanya yang khas membuat batiknya seperti eksklusiv, dan beberapa kali mendapat penghargaan dan menjadi Juara. Lomba Cipta Seni Batik Nusantara (2012), Award UMKM Semen Indonesia, Lomba Batik Nusantara (2013). Wira tetap mempertahankan eksklusivitas gaya dan produknya.
Pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur 2014-2017. Juga sebagai Anggota Pengurus YBI (Yayasan Batik Indonesia). Memiliki beberapa Galeri di Surabaya Jawa Timur.